Bagaimana Cara Menerapakan Strategi Bisnis UMKM Dimasa Pandemi Covid-19

2 min read

Munculnya pandemi covid-19 yang hampir melanda dunia telah melumpuhkan sendi-sendi pendidikan dan kehidupan ekonomi, mengakibatkan penutupan sekolah, banyak usaha kecil, menengah dan mikro yang mengurangi kegiatan produksi, dan bahkan banyak orang yang berakhir pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Di masa pandemi, banyak UMKM yang mengalami krisis usaha. Oleh karena itu, penting bagi pelaku UMKM untuk memiliki strategi bertahan hidup agar dapat bertahan dari krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia berupaya mengatasi permasalahan tersebut dengan mengeluarkan berbagai kebijakan khususnya di bidang ekonomi agar permasalahan tersebut dapat teratasi.

Pandemi Covid-19 tidak menyebabkan resesi ekonomi jangka panjang. Perusahaan besar, menengah dan kecil yang masih mampu bertahan telah mengambil beberapa langkah konkrit agar produknya tetap bisa dipasarkan. Strategi bisnis yang tepat untuk memasarkan produk di masa pandemi COVID-19 adalah melalui media elektronik dimana antara produsen dan konsumen tidak bertemu langsung pada satu tempat tetapi memiliki jangkauan pemasaran yang sangat luas.

Bagaimana menyelamatkan UMKM yang ada pada kondisi pandemic sekarang ini?

berikut 5 strategi UMKM untuk bertahan yaitu:

1) Mempelajari tentang digital marketing seperti membuat media promosi melalui media sosial

2) Memperkuat Sumber daya manusia dengan cara menanamkan pembelajara mengenai era globalisasi dan teknologi

3) Inovasi kreatif untuk membuat konsumen tertarik membeli suatu produk pada masa pandemi

4) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen dengan lebih detail dan menjamin kebersihan dan keamanan produk

5) Kebijakan pemerintah terhadap UMKM/ bantuan dari pemerintah seperti memberikan bantuan sosial atau bantuan dana agar UMKM tetap berjalan.

Dalam dunia bisnis di era globalisasi, pemasaran produk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, baik itu barang maupun jasa. Media sosial merupakan produk teknologi informasi yang memberikan manfaat terbaik bagi pelaku usaha. Pelaku komersial dapat menjelaskan spesifikasi produk, kualitas, dan harga melalui media sosial, sehingga memungkinkan konsumen lebih leluasa memilih produk yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuannya. Para ahli sepakat bahwa media sosial sebagai salah satu media untuk memasarkan produknya memberikan pengetahuan kepada konsumen tentang spesifikasi produk yang akan mereka beli. Minat konsumen untuk memiliki produk tergantung pada banyak faktor, antara lain kualitas, produk, spesifikasi, dan harga. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, internet sangat memudahkan konsumen, dan internet dapat menyediakan segala kebutuhan manusia yang berhubungan dengan produk yang mereka inginkan. Kondisi seperti ini harus didukung oleh data-data yang jelas, jujur, dan terpercaya sehingga konsumen tidak dirugikan dalam melakukan transaksi meskipun melalui media sosial. Strategi pemasaran yang digunakan di tengah pandemi covid-19 yaitu dengan menggunakan media sosial, antara lain, facebook, instagram, Whatsapp, telegram, serta tergabung dalam usaha online lainnya seperti shopee, go-food, dan grab-food.

Selain itu, kita sebagai pebisnis juga perlu lebih memperhatikan semua promosi atau penjualan yang kita berikan. Hindari semua kesan negatif yang dapat merusak merek komersial. Kami juga dapat menyediakan video kepada pelanggan tentang cara menerapkan keamanan dan jaminan produk. Ini akan membantu mereka semakin percaya bahwa kita memang meminimalkan semua risiko penyebaran virus Covid-19. Jika bisnis UKM atau UMKM kami saat ini memiliki permintaan yang tinggi untuk produk tertentu, tetapi karena penghentian sementara produksi, keterlambatan logistik, kesulitan bisnis dalam mendapatkan persediaan atau masalah lainnya, kami dapat menginformasikan hal-hal tersebut kepada pelanggan. Berikan informasi tentang perkiraan waktu pengiriman, jelaskan mengapa produk datang lebih lambat dari biasanya, dan beri tahu mereka masalah yang Anda alami sehingga mereka dapat menentukannya.

Kami dapat memberi tahu dan menjawab semua keluhan pelanggan di berbagai platform informasi, baik itu melalui situs web, email, media sosial, notifikasi push, atau pesan dalam aplikasi. Pendekatan ini akan menjaga pelanggan dalam bisnis yang kita operasikan. Mempertimbangkan krisis coronavirus, strategi pemasaran produk juga dapat menyertakan kata kunci dan efek visual yang terkait dengan situasi saat ini dalam kampanye pemasaran kami untuk menarik perhatian. Buat juga materi pemasaran yang berisi informasi yang bermanfaat agar pelanggan merasa tertarik dan membeli produk kita. Tentukan strategi pemasaran mana yang tepat, hal ini dapat kita lakukan saat ini, agar produk-produk usaha kecil dan menengah tetap dapat laku di pasaran. Di masa lalu, kita juga harus memperhatikan keuangan perusahaan agar strategi yang diterapkan terkait dengan situasi keuangan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk menjaga kelangsungan usaha kecil (UMKM), penggunaan internet dan media sosial merupakan strategi yang sangat tepat di masa pandemi covid-19 ini. Namun, penggunaan teknologi juga membutuhkan modal dan sumber daya manusia yang cukup besar dengan kemampuan di bidang teknologi informasi. Karena di masa pandemi saat ini, beberapa usaha kecil, menengah dan mikro berusaha mengembangkan usahanya dan beradaptasi kembali untuk menghidupkan kembali perekonomian Indonesia.

 

 

Oleh: Gina Tazkiyatun Nufus Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *