Berdamai Dengan Diri Sendiri

3 min read

Bagaimana sih cara memperlakukan orang lain dengan baik?

Untuk hal seperti ini mungkin sangat sederhana dan kamu mungkin langsung kepikiran bagaimana caranya yaitu seperti, be nice, menjadi pendengar yang baik, berusaha mengerti sebenarnya apa yang mereka inginkan. Tapi mari kita coba ubah sedikit pertanyaannya, gimana sih cara yang baik memperlakukan diri kita sendiri? Dan mungkin kamu juga bakal tau caranya bagaimana, sedikit berbeda dengan memperlakukan orang lain juga, Be nice to yourself dan lain-lain. Tapi Ketika kamu membaca artikel ini mungkin kamu mengalami kesulitan terhadap diri kamu sendiri seperti, beberapa penyesalan kurang percaya diri atau mungkin juga karena kegagalan masa lalu. Karena hal tersebut mungkin kamu memperlakukan diri kamu sendiri dengan keras, salah dikit kritik, gak bener sedikit kritik lagi bahkan sampai kamu merasa benci kepada diri kamu sendiri. So mari kita belajar ” How to treat yourselves well”, bagaimana caranya mencintai diri kamu sendiri.

Banyak saran-saran yang bertentangan ketika kita memikirkan bagaimana cara terbaik untuk memperlakukan diri kita sendiri, mungkin kamu bakal percaya salah satu saran, “yang penting kamu pede dan motivated” makanya kamu hobi banget nyemangatin diri kamu sendiri dengan cara memperbanyak menonton video motivasi misalnya. Ada juga yang bilang “yang penting humble dan stoic” dan ada juga yang bilang “kamu mestinya keras terhadap diri kamu sendiri”. Well, mungkin kamu termasuk salah satu dari tiga cara tersebut. Tetapi cara yang akan saya bahas disini berasal dari sudut pandang sains.

Bagaimana sih cara paling tepat menghadapi diri sendiri berdasarkan sains?

Sebenarnya caranya Sangat sederhana banget temen-temen yaitu adalah:

“Perlakuan diri kamu sendiri seperti ketika kamu ingin menolong orang lain”.

Mungkin menurut kamu cara ini enggak banget atau nggak termotivasi banget, actually cara ini sering banget terlupakan oleh kita. Kamu mungkin sering nawarin bantuan ke orang lain misalnya, “kalo ada apa-apa hubungi aku aja”, tetapi seberapa sering kamu menghubungi orang lain ketika kamu butuh? Kamu mungkin selalu sedia setiap setia ketika teman kamu mengalami masa-masa berat.

Tetapi kamu kadang enggak sesimpati itu ke diri kamu sendiri ketika kamu mengalami masalah, malah kadang-kadang mesti temen kamu yang ngingetin kamu, dan mungkin juga kamu sibuk ngurusin orang lain, benerin kehidupan orang lain, padahal hidup kamu juga berantakan, jadi perlakukan diri kamu sendiri seperti orang yang kamu peduli banget, ketika kamu memperlakukan orang lain dengan baik, maka seharusnya sama ketika memperlakukan diri kamu sendiri.

Menurut Dr, Kristin Neff Professor di university of Texas, Sebagai manusia pada dasarnya memiliki sistem di otak untuk merasakan simpati ke orang lain. Jadi tanpa dilatih pun kita pasti akan merasakannya karena itu sudah ada di otak manusia. Tetapi masalahnya adalah ketika yang dapat masalah itu adalah diri kita sendiri yang nyala bukan bagian otak yang tadi justru yang nyala adalah fight for flight system kamu. Bayangin aja, kamu harus fight tapi masalahnya ada di diri kamu sendiri dan akhirnya yang muncul adalah menyerang diri sendiri, mengkritik diri abis abisan, dan pasti selalu aja ada suara yang kurang ajar yang berasal dari dalam diri kamu sendiri.

So, seharusnya bagaimana?

Sekali lagi, perlakuan diri kamu sendiri seperti seseorang yang ingin kamu tolong.

Ketika kamu memikirkan diri kamu sendiri, it’s actually better untuk memikirkan diri kamu  sendiri, jadikan kamu sendiri sebagai pihak yang ketiga, tetapi tidak sembarang pihak eksternal. Jadi ada sudut pandang optimal yang bisa kamu ambil ketika kamu menghadapi masalah tertentu. Sudut pandang agar mampu memperlakukan diri sendiri dengan baik adalah:

  • Pikirkan dari sudut pandang sahabat ketika ingin membuat keputusan.

Dan Ariely Professor of psychology and behavioral economics at Duke University, dia memperhatikan sebuah pola menarik terhadap suatu hubungan dengan orang terdekat, dia melihat bahwa ketika kita merekomendasikan sesuatu untuk orang lain, kita tidak memikirkan tentang emosi dan keadaan diri kita sendiri.

  • Pikirkan apa yang akan kamu lakukan pada binatang peliharaan ketika memikirkan kesehatan

Mungkin kedengarannya sangat aneh, tapi saya yakin kalau misalkan kamu memiliki peliharaan pasti kamu akan paham tentang ini. Banyak orang yang membeli makanan lebih sehat untuk peliharaannya dibandingkan untuk diri sendiri, bahkan bukan cuma itu orang-orang juga akan lebih taat dan memberikan obat ke peliharaannya dibandingkan memberikan obat ke diri mereka sendiri.

Saya tidak menyuruh kamu agar kamu membayangkan diri kamu sendiri adalah peliharaan orang, akan tetapi saya saranin coba kamu bayangin diri kamu sendiri adalah peliharaan kamu sendiri. Bayangin aja, kalo misalkan kamu sakit pasti akan sangat susah untuk merawat peliharaan kamu, jadi kamu seharusnya care, harus peduli terhadap diri kamu sendiri dan itu yang harus kamu tekankan.

  • Pikirkan nasehat nenek tentang kebahagiaan

Kenapa harus memikirkan yang seperti itu?

Kebahagiaan berasal dari pikiran sendiri, tetapi ada hal yang menghalangi untuk memikirkan hal tersebut bukan lain berasal dari omongan kamu ke diri kamu sendiri, pikiran negatif, ketidakmampuan untuk move on, keraguan terhadap diri sendiri dan masalahnya juga adalah kamu tidak bisa tidak bisa mengatur kapan pikiran-pikiran ini akan datang. Ditambah system fight for flight, kamu tidak bisa mengandalkan diri kamu sendiri untuk menghasilkan perasaan-perasaan tersebut kalau kamu tidak tahu bagaimana caranya.

Coba bayangin orang yang care banget sama kamu, coba pikirkan apa yang akan mereka katakan soal kamu, bayangin ketika kamu gagal pasti mereka tidak serta merta akan ngejudge kamu, justru mereka akan mendengarkan kenapa kamu merasa gagal dan jadi orang pertama yang terus berusaha untuk menenangkan diri kamu. Caring and forgiving hal yang kadang-kadang tidak sempat kita berikan kepada diri kita sendiri.

Contohnya, ketika kamu gagal diet maka kamu akan stress atau sedih karena kamu punya kerjaan yang tidak maksimal dan akhirnya karena kamu stress akhirnya kamu ngemil kemudian kebablasan, dan akhirnya kamu merasa semakin gagal akhirnya kamu stress dan sedih.

Coba pikirin suara nenek kamu atau siapapun yang sangat berarti untuk hidup kamu, dan dia akan akan mengatakan ” sayang aku tau kamu ngemil tadi karena kamu sedih atau stress dan mungkin kamu pikir dengan cara ngemil kamu akan merasa sedikit lebih baik dan menenangkan kamu, tapi akhirnya sekarang kamu merasa tambah gagal, aku mau kamu bahagia jadi coba deh kamu jalan-jalan keluar sekalian menghilangkan rasa penat”.

Dan itu adalah cara sederhana langkah mencintai diri kita sendiri, letakkan diri kita diposisi orang yang kita sayang, posisi yang terkadang kita terlalu gengsi untuk meletakkannya di diri kita.

Dan tiga hal itu akhirnya bermuara ke satu hal yaitu mencintai diri sendiri tanpa batas. Ujungnya semua orang akan mengalami kegagalan, kekurangan, dan  penyesalan apalagi. So, kamu layak untuk selalu dicintai setidaknya oleh diri sendiri. Mulailah untuk berani melihat diri sendiri seperti orang lain melihat dirimu.

LOVE YOURSELF 🙂

 

Oleh: Nur Maida Rambe of STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *