Dompet Elektronik, halal kah?

1 min read

Di era modern ini, perkembangan dalam pembiayaan transaksi semakin beragam dan berkembang tidak lagi hanya menggunakan ATM, e-banking maupun m-banking, namun juga terdapat metode dompet elektronik atau e-wallet. Dalam Peraturan Bank Indonesia, dompet elektronik merupakan layanan digital untuk menyimpan data instrument pembayaran antara lain alat pembayaran dengan menggunakan kartu dan/atau uang elektronik yang dapat juga menampung dana untuk melakukan pembayaran. Dompet elektronik dibagi menjadi dua jenis, ada yang berupa chip based seperti e-toll dan ada juga yang berupa server based seperti DANA, GoPay, OVO, dll. Kini telah terdapat kurang lebih 38 aplikasi dompet elektronik yang terdaftar di Bank Indonesia dan didominasi oleh pemilik lokal, hal ini dikarenakan minat masyarakat yang cukup tinggi untuk melakukan transaksi non tunai yang cepat, mudah dan nyaman

Namun, apakah melakukan transaksi menggunakan dompet elektronik diperbolehkan dalam Islam dan halal?

Dalam acara webinar yang diadakan oleh Lentera Jatinangor mengenai Fiqh Muamalah, Ust Oni Syahroni, MA. selaku Dewan Pengawas Syariah MUI menjelaskan bahwa karakteristik dompet elektronik yang halal ialah

pertama, bank penampung uang pengguna merupakan bank syariah, hal ini untuk menghindari adanya riba atau bunga yang terdapat pada bank konvensional.

Kedua, pembiayaan transaksi diperuntukan untuk kebutuhan barang atau jasa yang halal, begitupun dengan penerbit dompet elektronik diharuskan hanya melakukan kerja sama dengan merchant yang menjual dan menawarkan barang dan jasa yang halal saja.

Ketiga, apabila terdapat cashback maupun diskon maka cashback atau diskon yang diberikan tersebut harus bersumber langsung dari merchant yang dimana bertujuan untuk menarik minat pengguna agar melakukan transaksi dikemudian hari, adapun jika cashback atau diskon diberikan oleh penerbit yang dalam hal ini merupakan pihak ketiga maka tidak boleh diperjanjikan oleh suatu hal yang menarik minat. Hal ini dikarenakan bahwa, menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah, akad yang terjadi antara penerbit dan pengguna atau pemegang uang elektronik ialah akad wadi’ah atau akad qardh.

Dalam akad wadiah, uang pengguna bersifat titipan, maka pihak penerbit tidak diperbolehkan untuk melakukan pemanfaatan uang yang dititipkan oleh pengguna. Sedangkan akad qardh merupakan akad pinjaman yang dimana jumlah nominal uang elektronik pengguna bersifat hutang, maka penerbit boleh menggunakannya kapan saja. Penerbit juga diperbolehkan untuk menginvestasikan uang tersebut dan wajib untuk mengembalikannya kepada pengguna. Untuk itu apabila terdapat diskon ataupun cashback pada penerbit yang menggunakan akad qardh yang di dalamnya terdapat satu syarat pada sistem dompet elektroniknya, maka tidak diperbolehkan. Hal ini dikarenakan akad qardh merupakan akad hutang, setiap adanya penambahan manfaat dari akad hutang maka akan termasuk riba. Namun apabila penerbit menggunakan sistem wadiah, pemberian diskon ataupun cashback diperbolehkan karena itu merupakan hasil hibah.

Sehingga pada intinya hukum dari dompet elektronik ini adalah diperbolehkan dalam Islam karena maksud dan tujuan dari adanya alat pembayaran ini untuk mempermudah, ditambah di era pandemi ini yang dimana masyarakat diharapkan dapat melakukan kegiatan di rumah saja. Perihal haram dan tidaknya alat pembayaran ini dikembalikan kembali kepada para pengguna itu sendiri dalam pemilihan penerbit maupun dalam peruntukkan transaksi, untuk apakah transaksi yang dilakukan dengan alat pembayaran ini serta apakah pengguna mengambil manfaat atau tidak dari penerbit yang menggunakan sistem akad qardh. Maka sebaiknya, sebelum menggunakan dompet elektronik dipahami kembali mengenai nilai-nilai riba, sistem akad penerbit dan membaca dengan seksama mengenai persetujuan syarat dan ketentuan penggunaan dompet elektronik agar terhindar dari keharaman pada transaksi yang dilakukan.

Oleh: Safira Febriyanti Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *