Fenomena Pasar Modal Naik Kala Pandemi

2 min read

Sudah satu tahun lebih kita sama-sama merasakan pandemi covid-19, banyak masyarakat yang terdampak mulai dari kalangan menengah kebawah hingga kalangan menengah keatas pun ikut merasakan dampak nya dari sisi ekonomi, bahkan krisis pandemi covid ini dinilai memiliki dampak lebih dahsyat dibandingkan krisis moneter karena menghantam dua dua efek sekaligus yaitu supply dan demand, tapi apakah pembaca sekalian juga mempunyai rasa keheranan seperti yang penulis rasakan? Yaitu kenapa disaat krisis yang begitu dahsyat ini justru industri pasar modal melesat naik, bahkan sepanjang yang penulis baca per akhir April 2021 tercatat jumlah investor di pasar modal Indonesia menembus 5 juta investor.

Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah single investor identification (SID) pasar modal mencapai 5.088.093 investor. Angka itu tumbuh 31,11 persen dari posisi akhir 2020 lalu yang sebanyak 3.880.753 SID. Data tersebut juga menunjukkan sepanjang 4 bulan pertama di tahun ini ada 1.207.340 investor baru yang masuk ke pasar modal Indonesia.

Ini salah satu fenomena yang menurut penulis membuat penasaran, dan ternyata penulis mendapat jawaban yang cukup sederhana dari seseorang analis pasar modal dan juga chief economist trimegah sekuritas yaitu bapak Fakhrul Fulvian yang ketika itu beliau sedang menjadi tamu di acara YouTube Total Politik dan berdiskusi dengan host nya yang bernama mas Arie Putra yang juga pemilik dari akun YouTube tersebut, nah pada saat itu mas Arie pun bertanya “apakah ini literasi orang terhadap keuangan sehingga kesibukan orang melihat saham ini semakin bergejolak, apakah ini terlihat by data trend ini ?” dan lalu dijawab oleh pak Fakhrul “ oh ini soal orang yang makin hari makin rame main saham ya” lalu beliau pun bercerita “itu beda ya sekitar 5 – 10 tahun yang lalu orang itu suka bertanya ke saya kalau saya ada duit lebih investasi nya kemana yah? Tapi sekarang pertanyaannya itu sudah berubah Arie, sekarang itu pertanyaan nya mas fakhrul minggu depan saham apa nih yang bagus?, Beliau mengatakan “sudah mulai ada perkembangan dan memang fenomena nya yang saya liat ini bukan di lingkungan kita saja tapi ini dimana-mana.

Hampir semuanya dari orang-orang yang dulunya itu ga tau menahu sama saham itu sekarang pada main saham, tapi ini kalau saya liat benang merahnya ini jika melihat dari sudut pandang ekonom itu kalau orang pada main saham itu ada satu tandanya mas Arie, ini walupun kita sedang krisis ternyata kenyataannya yang kelebihan uang itu makin banyak nah itu fenomena nya, karena orang-orang tidak bisa liburan, dan juga biasanya kan kita kalau di kantor siang-siang ada kegiatan sosal yang nama nya makan siang, dan tiba-tiba kita kan ga ngantor karena WFH, makan siang nya tidak ada jadi uang nya pindah.

Misalkan sehari itu orang kantoran di Sudirman  ada anggapan makan siang 25 ribu sampai 50 ribu harga standar Sudirman, itu tiba-tiba hilang sekarang begitu juga ongkos transportasi hilang, dan ada juga gaji nya tetap itu kam banyak terutama fenomena nya itu di orang-orang yang kalau dilihat profil nya itu kejadian nya di teman-teman kita yang kerja di sektor formal, itu yang saya lihat yang dimana di sektor formal ini last immpacted dari pandemi, tetapi untuk yang informal beda uang nya harus berputar, kalo ekonom itu melihatnya itu ada sektor riil ada sektor keuangan, kalau memang ternyata tidak bisa diputarkan di sektor riil diputarnya di sektor keuangan, itu kira-kira yang sedang terjadi, fenomena yang menarik sebenarnya karena krisis covid 19 ini berbeda dari krisis-krisis yang pernah kita alami sebelumnya”.

 

Mungkin itu penjelasan singkat yang saya kutip dari obrolan santai pak Fakhrul Fulvian dan mas Arie putra, untuk pembaca selengkapnya bisa di saksikan youtube Total Politik yang berjudul Yakin mau main saham? Tonton ini biar faham!

 

 

Oleh: Nafis Fauzan E Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *