Fluktuasi Uang Iman

1 min read

Fitrah manusia memiliki kecenderungan dalam berbuat dosa dan ketaqwaan, hal ini mengakibatkan keimanan seseorang mengalami fluktuasi (kadang naik kadang turun). Rasulullah SAW bersabda “ keimanan itu bisa bertambah atau berkurang, maka perbaharui iman kalian dengan Laa Illaaha Illallah. (H.R Ibnu Islam).

Suatu perbuatan yang sering dilakukan dapat membentuk sebuah kebiasaan, begitu pula dengan kemaksiatan. Bila sering dilakukan ia pun akan menjadi sebuah kebiasaan, yang pada masa berikutya seseorang akan berani berbuat secara terang-terangan. Ketika kita sedang berada dalam keaadaan fluktuasi ini maka itu salah satunya dapat menyebabkan lemahnya iman kita. Berikut sebab-sebab lemahnya iman :

  • Jauh dari pelajaran dan teladan yang baik.

Ketika kita jauh dari hal  yang baik seperti pelajaran agama, dan orang-orang baik maka secara tidak langsung keimanan kita akan lemah karena tidak ada yang membatasi dan mengingatkan kita dalam kebaikan.

  • Tenggelam dalam kesibukan dunia.

Kita justru tidak sadar ketika kita menyibukan diri ini untuk dunia padahal ada akhirat yang seharusnya lebih kita prioritaskan, kita sibuk ingin mendapatkan sesuatu yang luarbiasa di dunia tapi mutaba’ah yaumiyyah kita tinggalkan, itu sangat tidak adil.

“ Cukuplah bagi salah seorang diantara kamu selagi ia di dunia hanya seperti bekal orang yang mengadakan perjalanan”. (H.R Thabrani)

  • Panjang angan-angan (berangan yang muluk-muluk) (Q.S 15 :3)

Ali R.a pernah berkata “ sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan atas diri kalian ialah mengkuti hawa nafsu dan angan-angan yang muluk. Mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran, sedangkan angan-angan yang muluk akan melupakan akhirat.”

Kita sering tidak sadar kita melamun berangan-angan membayangkan sesuatu yang kita harapkan secara berlebih-lebihan, padahal kita boleh bermimpi tapi jangan jadikan mimpi kita itu sebagai patokan atau tujuan kita dalam hidup. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan tapi tetap Allah SWT yang menentukan.

  • Berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu.

Berlebih-lebihan dalam segala jenis perbuatan yang kita lakukan itu bisa menjadikan iman kita lemah, misal perbuatan kita dalam masalah makan, tidur, berjaga di waktu malam, berbicara, bergaul, dan juga tertawa. Itu menandakan kita kurang bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita.

“janganlah kamu sekalian memperbanyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (H.R. Ibnu Majah).

  • Berada dalam lingkungan yang penuh kemaksiatan.

Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya jika seorang mukmin berbuat dosa maka terjadilah di hatinya sebuah titik hitam, jika ia beristighfar, maka bersilah kembali hatinya. Jika tidak bertaubat dan bertambah terus amal jahatnya maka bertambah banyaklah titik hitam tadi sehingga tertutup hatinya.”

Itulah sebabnya ketika kita bergaul maka kita harus bergaul dengan orang yang sholeh dan sholehah, agar kita selalu di ingatkan dalam kebaikan, berbeda ketika kita bergaul dengan orang-orang yang justru setiap hari melakukan kemaksiatan maka tanpa kita sadari kita akan ikut terjerumus di dalamnya.

Dengan demikian ketika kita sedang berada dalam keadaan fluktuasi yang harus kita lakukan adalah terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT, bersyukur selalu atas nikmat yang telah diberikan, Allah menjanjikan amalan syukur di sertai iman adalah penghalang turunya siksa Allah di muka bumi ini. Sebuah bangsa tidak akan mengalami krisis atau kesulitan jika mereka beriman dan bersyukur. “Tdaklah Allah akan menyiksamu jika kamu bersyujur dan beriman”. (QS an-nisa : 147). Maka dari itu kita jauhi hal-hal yang dapat membuat fluktulasi keimanan kita.

Wallahu a’lam semoga bermanfaat.

 

Oleh: Lisna Novianti Sopyana Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *