IQALAH (Penguguran akad)Pengertian,hukum,pendapat,rukun dan syarat.

1 min read

Pengertian Iqalah

Iqalah menurut bahasa ialah menghilangkan, sedangkan menurut istilah adalah menghilangkan akad walaupun sebagian barang dagangan.

Contoh nya seperti seseorang menjual seratus rithl gandum dengan harga lima puluh lirah suriah,dan menyerahkan nya kepada pembeli lalu keduanya berpisah.beberapa waktu kemudian penjual itu berkata kepada pembeli “kembalikan gandum yang saya berikan kepadamu”,kemudian pembeli itu memberikan sebagian atau seluruhnya.maka itu adalah merupakan pembatalan akad pada barang yang dikembalikan kepada penjual.

Jika terjadi jual beli yang sah dan mengikat dimana disana tidak memiliki hak khiyaar dan kedua pihak sepakat untuk menghentikan dan mengakhiri nya maka cara pembatalan tersebut dinamakan iqalah . Iqalah biasa nya terjadi dalam jual beli  hanya saja iqalah ini berlaku dalam seluruh akad kecuali akad nikah

Hukum iqalah

Hukum Iqalah adalah sunnah hal ini berdasarkan hadist  Rasulullah SAW.dari abu khurairah ra :   

“Barang siapa meng-iqalah akad jual beli seorang yang menyesal, maka allah akan menghilangkan dosa-dosa kecilnya pada hari kiamat”.(HR Baihaqi)

Dalam riwayat abu dawud :

barang siapa meng iqalah seorang muslim,maka allah akan menghilangkan dosa-dosa kesilnya”

 Pendapat tentang iqalah para ulama

Ulama malikiyah dan zhahiriyah berpendapat bahwa iqalah adalah jual beli kedua karena barang     dagangan kembali lagi pada penjual dengan cara seperti ketika barang tersebut keluar darinya.Ulama malikiyah dan hanabila berpendapat iqalah adalah fasakh (pembatalan akad),karena iqalah adalah menghilangkan dan menghapuskan.selain itu karena barang dagangan kembali lagi kepada penjual dengan lafal yang tidak dapat digunakan dalam jual beli,maka itu ia berarti fasakh .

Ulama hanafiyah berpendapat dan pendapatnya ini adalah pendapat yang shahih dikalangan ulama hanafiyah. Iqalah adalah fasakh bagi kedua pihak,dan jual beri baru bagi pihak ketiga,baik sebelum adanya serah terima maupun sesudahnya. Kecuali jika tidak memungkinkan menjadikan iqalah sebagai fasakh,maka akad iqalah dianggap batal,seperti binatang yang dibeli lalu melahirkan setelah serah terima. Tidak mungkin memfasakhnya karena adanya tambahan yang terpisah

Menurut imam Malik iqalah adalah jual beli baru,maka boleh ada penambahan atau pengurangan dalam iqalah . contoh nya seperti jika menjual sesuatu dengan harga seratus Dinar, kemungkinan penjual itu menyesal menjual barang nya  maka ia meminta kembali kepada pembeli untuk mengembalikan barang dagangan nya dengan syarat penjual itu mengembalikan uang sebesar seratus dinar kepada pembeli tersebut.

Rukun Iqalah

  1. Ijab (salah satu pelakunya akad dan satunya lagi qabul)

Adapun shighat akad nya , yang biasa nya di ungkapkan di masa lampau seperti jika salah satu pelaku berkata “ aqaltu (saya telah meng-iqalah)”dan yang lainnya menjawab “qabiltu”atau “radhiitu (saya telah menerimanya atau menyetujuinya)

Syarat-syarat iqalah

1.kerelaan kedua pihak yang beriqalah

2.adanya serah terima kedua barang akad sharf(mata uang) dalam majelis iqalah akad sharf

3.menurut abu hanifah dan zufar,objek akad harus terdapat fasakh karena iqalah adalah fasakh terhadap akad.sedang kan menurut dua sahabat nabi tidak diisyaratkan syarat ini karena  iqalah menurut konsep abu Yusuf adalah jual beli. Adanya penambahan ini sangat memungkinkan terjadinya jual beli  sehingga objek akadnya dapat menerima iqalah

4.barang dagangan masih tetap utuh ketika iqalah

 

 

Oleh: Miftahul Jannah, Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *