Makna Filem Sang Pencerah_Kyai Ahmad Dahlan

1 min read

Siapakah Sang Pencerah?

Film ahmad dahlan ini merupakan film yang didasari oleh awal mula berdirinya organisasi Muhammadiyah walupun begitu dalam film ini menyajikan bagaimana cara dakwah itu bisa berkembang melalui berbagai pemahaman yang berbeda tapi masih bisa diambil benang merah nya yaitu dakwah dan Agama.

Agama mengajarkan pada manusia untuk saling peduli dan juga memberikan solusi maka di film ini juga yang berjudul “ Sang Pencerah “ yang dipelopori oleh Kyai Ahmad Dahlan makna sang pencerah adalah lebih tepatnya adalah seorang “ Mujtahid “ yang mana memang menjadi rujukan dari teori dakwahnya diambil oleh pemikiran Jamal Al-Afghani dan Muhammad Abduh.

Perjuangan dan Konsep Dakwah

Dan yang mana kyai ahmad dahlan dalam film ini berkeinginan berhaji dan mencari ilmu kemudian pulang membawa arah pemahaman baru yang padahal bukan pemahaman melainkan sebuah solusi sekaligus cara dakwah yang sekiranya tepat diaplikasikan , makanya denga itu ahmad dahlan mendirikan sebuah organisasi yang mana juga di anggotakan oleh kebanyakan kaum muda dan akhirnya berdirilah sebuah landasan pendidikan berlandaskan islam dengan sebutan nama yang kita kenal saaat ini adalah Madrasah Ibtidaiyah Diniyyah atau bisa kita katakan adalah SDIT ( sekolah dasar islam terpadu ) ialah buah gagasan dari konsep Kyai HJ Ahmad Dahlan.

Sampai pada akhirnya buah pemikiran dengan program untuk SDIT bisa di terapkan pada zaman ini untuk semata-mata bertujuan bahwa cara untuk mendidik bagi para pemuda pelajar tidak hanya dengan diisi dengan materi pelajaran sekolah akan tetapi diisi dengan pendalam ilmu agama.

Untaian Nasihat Kiyai hj.Ahmad Dahlan

Dan pesan terindah yaitu tentang pengertian agama yang disampaikan oleh ahmad dahlan

“ Agama itu ibarat seorang yang ahli dalam memainkan alat music, ia mengetahui setiap tangga nada agar disetiap alunan nya terdengar indah , begitu juga sebaliknya jika orang yang tidak ahli dalam bermain music maka alunan nada nya akan kacau bahkan yang ikut mendengarnyapun bisa menjauh “

Maksud kalimat yang diuntaikan oleh ahmad dahlan adalah Agama itu bisa menyeimbangkan tujuan dan maksud manusia selama ia tidak keluar dari syariat islam.

maka itu seperti dalam (Agama) tahu jika nada beroktaf tinggi ialah maksud dari dalil qathi (Al-Quran) tidak bisa direndahkan dan dipermudah, dan tahu kapan nada beroktaf rendah ialah maksud dari (hadist sahabat , dan ijtihad ulama faqih) ialah dalil yang tidak mengikat tapi menyesuaikan dalam kondisi sebagai alternative semata atau bisa dikenal dengan “Maqashid syariah” supaya tetap mempunyai dasar pedoman sebagai umat muslim terkhususnya. Dengan tujuan pada dakwah dan agama itu adalah

“Al-Islamu A’la Wala’ Yu’la Alaihi” ( Islam itu agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari islam ).

 

 

Oleh: Muhammad Sayyid Syafiq, Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *