Memecahkan Masalah di Masyarakat Dengan Menyusun ProJect Manajemen

1 min read

Permasalahan Masyarakat

Tak jarang kita temui suatu permasalahan dalam masyarakat yang menjadi PR kita bersama untuk menuntaskannya. Banyak hal yang kita anggap remeh namun bisa menjadi dampak besar kepada masyarakat dimasa yang akan datang. Misalnya, pengelolaan sampah yang belum baik hingga berdampak terhadap kesehataan masyarakat, pengelolaan dana masjid disekitar kita yang belum menerapkan system akuntansi, hingga pola pikir masyarakat terhadap adat-adat islam yang belum jelas sumbernya.

Dari hal tersebut penulis ingin mengajak kepada para pembaca untuk ikut andil dalam menyelesaikan pemasalahan-permasalahan yang ada dalam masyarakat, khususnya untuk lingkungan sekitar kita agar lebih nyaman dan tentram dalam bermsyarakat. Solusi yang penulis tawarkan yaitu berupa mengadakan proyek manajemen, yang mana metode ini pernah penulis dapat dari salah satu kegiatan kaderisasi salman sebagai tugas mandiri untuk menjadi salah satu aktifis salman.

Apa itu proyek manajemen?

Project manajement  merupakan susunan pemecahan masalah yang dibuat berdasarkan keresahan yang ada dimasyarakat sekitar kita yang kemudian dirancang dan direalisasikan dengan melibatkan masyarakat. Saat ingin merancang sebuah project manajement, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan diantaranya:

  • Menyusun SMART

SMART adalah singkatan dari lima elemen yang digunakan dalam sebuah metode untuk membuat sebuah project management. Kelima elemen tersebut adalah specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound goals.

Project management ini berfokus pada tujuan yang ingin dicapai dari proyek tersebut. Metode SMART adalah metode yang universal. Menurut Project manajer, hal itu membuat metode ini dapat digunakan untuk proyek apapun.

contoh SMART 1 PKP SSC31:

 

 

  • Menyusun Pohon Isu dan Menguraikan Masalah

Setelah melengkapi SMART sesuai dengan permasalahan yang akan diselesaikan, kemudian buat sebuah kerangka atau disebut pohon isu. Jadi dari permasalahan yang ada di masyarakat, kita uraikan isu-isu yang harus diselesaikan berdasarkan kategorinya, lalu diuraikan seberapa urgensinya masalah tersebut.

  • Membuat Impact matrix dan Analisis SWOT

Setelah selesai menguraikan isu, isu tersebut dikalsifikasikan dalam impact matrix. Mulai dari isu yang mudah dan berdampak besar, hingga isu yang sulit dan berdampak besar. Setelah itu tentukan 1 isu prioritas yang harus kamu realisasikan nantinya.

Dari impact matrix ini, sudah semakin jelas project manajement yang akan dilaksanakan. Dari situ kita harus membuat analisis SWOT, untuk mengetahui kelebihan, ancaman, kekurangan dan peluang yang akan kita dapatkan saat nantinya melaksanakan project tersebut.

  • Membentuk Timeline

Ketiga tahap sebelumnya tentu saja sudah memberikan gambaran yang jelas terkait project yang akan kamu garap dimsyarakat, tapi sayang jika tidak direalisasikan. Maka dari itu, perlu adanya timeline. Saat memmbentuk timeline terdapat 5 grup poses yaitu initiating, planning, executing, monitoring & controlling, dan closing. Dari setiap proses ini memiliki input dan output yang spesifik dimana output dalam suatu proses dapat menjadi input dalam proses lainnya (tidak harus dalam grup proses yang sama). Grup Proses tidak sama dengan siklus hidup fase. Pada kenyataannya, memungkinkan bahwa semua grup proses terdapat didalam fase.

Dalam Siklus hidup Proyek, sebagian besar data dikumpulkan, dianalisis, ditransformasikan dan didistribusikan ke dalam format yang berbeda untuk anggota tim proyek dan stakeholder. Data-data ini digunakan untuk meminimalisasi kesalahan dalam komunikasi. (Manajemen Proyek #3 : PROJECT MANAGEMENT PROCESSES, 2013)

Jika kamu sudah menyelesaikan 4 tahapan diatas dengan hati-hati dan teliti, insyaa Allah kamu bisa menjadi bagian dari terlaksananya sebuah project kebaikan untuk kemaslahatan masyarakat. Selamat mencoba!

 

Oleh: Ifaturochmah Mahasiswi STEI SEBI Prodi Akuntansi Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *