Memilih Strategi Bernegoisasi

2 min read

Dalam keseharian kita tentu saja kita sering dihadapi oleh berbagai macam persoalan baik persoalan menyangkut diri sendiri maupun dengan orang lain. Hal tersebut mengharuskan kita mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan mempelajari masalah dan menemukan solusinya. Pada topik pembahasan kali ini adalah bagaimana cara kita bernegosiasi dengan orang lain menggunakan lima strategi dasar dalam bernegosiasi. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga setiap strategi harus digunakan pada situasi dan kondisi tertentu.

Dari kelima strategi yang akan kita gunakan untuk bernegosiasi, akan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu apakah kita berfokus kepada hasil yang akan dicapai atau ingin menjalin hubungan yang baik dengan lawan negosiasi kita. Kepentingan dari masing-masing dua kekhawatiran ini harus di pertimbangkan dengan baik agar mengasilkan negosiasi yang optimal.

Kekhawatiran yang pertama adalah fokus pada hasil yang ingin dicapai. Pada faktor kekhawatiran ini adalah seberapa penting hasil yang ingin dicapai oleh kita dalam negosiasi ini dan apakah harus memenangkan keseluruhan poin dari hasil negosiasi atau hanya sebagian saja. Sebagai contoh ketika kita berbelanja baju dipasar, apakah kita harus mendapatkan baju yang berkualitas dengan harga yang murah atau kah sesuai dengan apa yang di tawarkan penjual. jika kita memprioritaskan hasil maka akan terus memintakan kepada penjual untuk menurunkan harganya.

Kekhawatiran yang kedua adalah fokus kepada hubungan yang akan dijalin kedepannya. Kekhawatiran ini menunjukkan seberapa penting hubungan kita dengan lawan negosisiasi. Apakah kita sudah menjalin hubungan dengannya? Baik itu merupakan hubungan yang baik sebelumnya atau pun hubungan yang buruk. Jika kita ingin mempertahankan atau menjalin hubungan yang baik maka kita akan menggunakan strategi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Contoh ketika kita ingin menjalin hubungan yang baik dengan lawan negosiasi adalah ketika kita menyewakan kamera milik kita kepada teman dengan harga yang lebih murah untuk acara liburannya atau menyepakati pembagian tugas piket kelas dengan teman tanpa harus membebankan nya terlalu banyak.

Setelah kita mempertimbangkan kepentingan dari tujuan negosiasi tersebut maka saatnya memutuskan strategi yang tepat berdasarkan skala prioritas kita,kelima strategi itu adalah; Menghindari; Mengakomodasi; Kompetitif; Kolaboratif; kompromi.

Strategi menghindari adalah dimana negosiasi tidak dilaksanakan, meskipun tidak ada hasil yang di didapat tapi memiliki manfaat pada situasi tertentu. Ada banyak kasus dimana negosiator akan lebih baik meninggalkan negosiasi sepenuhnya karena melihat negosiasi sebagai buang-buang waktu dan merasa kebutuhannya dapat di penuhi walaupun tanpa negosiasi. Akibatnya pihak tersebut beralasan bahwa tidak ada hasil atau pun hubungan yang cukup penting bagi dia sehingga tidak perlu adanya tindakan negosiasi. Tetapi jika pihak lawan menginginkan negosiasi diberlangsungkan maka ada baiknya mengubah strategi jika akan berdampak negatif pada hubungan kedepannya, yaitu dengan strategi akomodatif.

Strategi akomodasi digunakan ketika hubungan lebih penting dibandingkan hasil. Orang yang menggunakan strategi ini mungkin lebih suka berkonsentrasi dalam hal menjalin hubungan dengan orang lain, karena biasanya orang lain akan senang jika kita memberikan mereka apa yang mereka inginkan, alasan lainnya adalah mungkin ada sesuatu yang lebih penting dimasa depan dengan tetap menjaga hubugan yang baik dengan orang lain (kerugian jangka pendek ditukar dengan keuntungan jangka panjang). Ada dua pertimbangan yang harus di perhatikan untuk memakai strategi ini. pertama jika hasil tidak terlalu penting untuk kita dan cenderung membuat ketegangan dan permusuhan kemudian yang kedua adalah jika tujuan utama kita adalah untuk meningkatkan hubungan.

Strategi Kompetisi merupakan strategi yang sering digunakan oleh orang-orang karena banyak orang yang berorientasi pada hasil dan hasil tersebut biasanya terbatas baik dalam jumlah maupun ukuran, berbeda dengan strategi menghidar ataupun akomodasi dimana hasil bisa diabaikan. Seperti saat kita membeli sebuah apartemen di salah satu tempat di Jakarta, karena berhubung tempat tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan maka kita akan sebisa mungkin mendapatkan apartemen tersebut. Berbeda jika kita memiliki banyak opsi atau alternatif pilihan dalam memilih apartemen tersebut sehingga tidak terlalu menghiraukan hasil negosiasi. Strategi ini bersifat jangka pendek dengan demikian hubungan selama negosiasi dalam situasi kompetitif akan ditandai dengan kurangnya kepercayaan dan bahkan konflik.

Strategi kolaborasi dipakai untuk pihak yang saling mengharapkan hasil yang baik namun tidak melupakan hubungan. Dalam strategi kolaboratif, mereka memulai dengan tujuan yang sama dan bersedia mencari solusi bersama sehingga keduanya saling mendapatkan keuntungan. Kunci sukses dari sebuah koaborasi adalah komitmen, kedua belah pihak harus komitmen untuk memahami kebutuhan dan tujuan pihak lain, keterbukaan informasi dan menemukan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan dari kedua sisi.

Terakhir dari keseluruhan strategi negosiasi adalah dengan cara berkompromi. Strategi ini bersifat fleksibel karena jika strategi sebelumnya tidak sesuai dengan ekspektasi maka bisa menggantinya dengan strategi lain. contoh ketika strategi kolaborasi tidak menemukan titik temu maka kita bisa mengubahnya kepada strategi kompetitif atau akomodatif sesuai dengan prioritas yang diinginkan.

Dari kelima strategi tersebut, bagaimana cara memilih strategi yang tepat dalam bernegosiasi? semua itu bergantung kepada situasi kita, jika situasi saat itu lebih penting kearah hasil maka kompetiti lebih cocok dalam hal ini. Melihat perspektif lawan akan tujuan ia bernegosiasi.Dan bagaimana kita biasa menggunakan strategi tertentu sehingga mahir dalam melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *