Menejemen Waktu Menurut Pandangan Islam

1 min read

Apa Itu Waktu ?

Seperti yang sering kita dengar, time is money. Ibarat yang sering kita dengar ini sebetulnya tidak dapat dibenarkan namun memang bisa di simpulkan seperti itu. Sebuah waktu yang kita lewati tidak akan pernah bisa diulangi dan tidak dapat diminta kembali. Maka dari itu waktu tidak akan bisa dibeli dengan uang sebanyak apapun. Waktu yang dilewati berjalan sedikit demi sedikit kita bertambah tua dan tidak sadar semua perubahan terjadi, entah dari perubahan zaman ataupun kebiasaan masyarakat. Kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita sedang dikejar oleh waktu. Semua yang kita jalani saat ini akan hanya menjadi kenangan masa lalu, maka pernah dikatakan toreh lah masa muda mu denga sebuah presatasi karena memang benar adanya, ketika nanti kita telah bertambah umur, menua, hal-hal yang seharusnya dapat dijalani saat muda tidak akan dapat terulang kembali. Apa yang kita kerjakan dimasa muda akan menentukan masa depan kita.

Waktu Yang Diatur Islam

Didalam islam telah diatur bagaimana cara kita mengatur waktu, memberikan hak-hak kepada diri kita. Tentang pentingnya mengatur waktu dengan baik agar tidak memiliki waktu yang rancu dan menimbulkan ketidak nyamanan. Tidak menunda-nunda kegiatan yang sedang dijalankan dengan contoh dalam mengerjakan sebuah tugas, yang jika kita menunda nya akan menimbulkan kesulitan setelahnya. Pola berpikir investasi bukanlah manajemen waktu yang instan, artinya jangan mengelola waktu dengan instan atau hanya berpikir jangka pendek, namun coba membuat daftar kegiatan untuk jangka Panjang, karena jika mengelola waktu dengan instan karena akan membuat kita malas dalam berproses. Persiapkan segala hal untuk masa depan kita sehingga natinya kita dapat memetik hasil terbaik dikemudian hari.

Didalam ajaran Islam memang selalu diajarkan menabur benik kebaikan, seperti yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Tetapi bukan artiny akita bisa langsung memanen kebaikan tersebut dikeesokan harinya, tapi kita harus yakin bahwa Allah maha adil setiap kebaikan pasti dibalas dengan kebaikan. Pola berpikir investasi yang diajarkan Rasulullah SAW sangat perlu diterapkan agar menjadikan akhlak pribadi kita menjadi baik. Dan masa muda hanyalah sesaat, tidak akan lama. Tugas kita saat ini adalah bagaimana kita bisa terus produktif dan membiarkan waktu terbuang percuma. Didalam surat Al Insyirah disebutkan “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh sungguh urusan yang lain” (QS. Al-Insyirah : 7). Salah satu penegasan dari Allah swt agar kita tidak membuang waktu dengan percuma.

Bagaimana Cara Memanfaatkan Waktu ?

Ada pepatah yang mengatakan “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang matimu.” Begitulah pesan yang sudah sangat sering kita dengarkan. Betapa pentingnya kita menghargai waktu. Betapa pentingnya kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Karena dengan begitu kita tidak akan lalai dengan apa yang telah diamanahkan kepada kita, kita tidak akan salah arah. Kita boleh cepat dalam menjalankan sesuatu, tapi kita tidak boleh tergesa-gesa. Karena sifat itu berasal dari setan. Dan tentunya kita harus tetap teliti. Setelah itu semua, tentunya kita perlu mengadakan evaluasi dari rutinitas yang kita jalani. Apakah itu sudah baik, apa sudah cukup tepat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang pandai dalam menjaga waktu, aamiin..

 

 

Oleh: Shohwatun Nida Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *