Mengenal dan Memahami Bahaya “Body Shaming”

1 min read

Pernah mendengar kata body shaming atau pernah mengalaminya? Apa sih pengertian body shaming? Body shaming adalah menghina atau mengolok-olok bagian tubuh seseorang atau diri sendiri dengan nada merendahkan. Body shaming juga termasuk dalam kategori bullying bentuk verbal.

Menurut Oxford Living Distionaries, body shaming adalah tindakan mengejek atau menghina dengan mengomentari bentuk fisik (bentuk maupun / ukuran tubuh)  dengan tampilan atau kebiasaan yang dikenakan seseorang. Body shaming sering terjadi dalam keseharian baik menyadarinya ataupun tidak. Fakta juga mengatakan bahwa 94% perempuan dan 64% laki-laki mengalami body shaming.

Penyebabnya dapat dimulai dari lingkungan keluarga, dimana orangtua yang harusnya memberikan dukungan psikis dan emosional, malah melakukan body shaming ke anaknya. Jika body shaming ini terjadi pada orang dewasa bisa direspon secara positif, misalnya dibilang gendutan, lalu ia berusaha untuk hidup sehat, olahraga, dan makan sesuai porsinya. Akan tetapi lain lagi jika body shaming ini terjadi pada anak-anak biasanya mereka akan membenci tubuhnya sendiri, menjadikan anak stres, bahkan menarik diri dari sosial dan mengakibatkan gangguan mental. Selain itu, body shaming juga biasanya dilakukan oleh orang terdekat seperti teman dan keluarga. Mereka biasanya tidak menyadari bahwa perkataannya merupakan bagian dari body shaming seperti: “Ih elo kok gendutan sih, diet dong” hal itu dapat memicu kurangnya rasa percaya diri pada seseorang.

Apa saja hal yang menjadi bahan body shaming?

○Bentuk dan ukuran tubuh

○Wajah

○Warna kulit

○Kelainan fisik baik karena insiden atau genetis

○Penampilan yang berbeda atau tidak memenuhi standar kecantikan

Body shaming juga bisa dilakukan terhadap diri sendiri, kamu bisa menjadi korban sekaligus pelaku body shaming. Contohnya ketika kamu bercermin dan berkata “Kok aku gendutan ya” atau membandingkan bentuk tubuhmu dengan orang lain.

Selain itu, body shaming juga sering terjadi di media sosial, maraknya penggunaan media sosial terkadang menjadi tempat warga net melakukan body shaming, sasarannya adalah artis dan selebgram. Mengomentari bentuk fisik secara negatif maupun membandingkan artis yang satu dengan lainnya. Padahal sosial media bisa menjadi tempat yang bisa digunakan untuk hal yang positif.

Bahayanya body shaming dapat berdampak terhadap kesehatan mental. Seringnya menjadi korban body shaming dapat mengganggu kesehatan mental apalagi orang-orang yang sangat memperhatikan masalah fisiknya. Perkataan orang-orang yang melakukan body shaming terhadapnya biasanya akan melekat dipikirannya, hal ini berdampak pada mental, ia akan merasa kurang percaya diri, insecure (malu atau kurang nyaman)  bahkan bisa berakibat stres hingga depresi dan juga berujung pada bunuh diri.

Adapun ancaman bagi pelaku “Body Shaming” adalah body shaming dikategorikan menjadi dua tindakan. Tindakan yang seseorang mentransmisikan narasi berupa hinaan, ejekan terhadap bentuk, wajah, warna kulit, postur seseorang menggunakan media sosial. Itu bisa dikategorikan masuk UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3, dapat diancam hukuman pidana 6 tahun. Kedua, apabila melakukan body shaming tersebut secara verbal, langsung ditujukan kepada seseorang, dikenakan Pasal 310 KUHP dengan ancaman hukumannya sembilan bulan. Kemudian (body shaming yang langsung ditujukan kepada korban) dilakukan secara tertulis dalam bentuk narasi, melalui transmisi di media sosial, dikenakan Pasal 311 KUHP

Itulah ulasan mengenai bahaya body shaming, baik terhdap diri sendiri maupun oranglain, dengan demikian hal ini harus kita hindari.

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Oleh: Siti Irawati Mahasiswa STEI SEBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *