Mitigasi Risiko Pasar di Lembaga Perbankan Syari’ah pada Masa Pandemi

2 min read

Resiko Pasar Di Masa Pandemi

Lembaga perbankan syari’ah semakin berkembang begitupula risiko yang akan dihadapi semakin besar. Target lembaga perbankan syari’ah adalah minat masyarakat terhadap perbankan syari’ah semakin besar, sehingga masyarakat akan mulai beralih penggunaan dari bank konvensional ke bank syar’ah. Tentu bank syari’ah perlu mempersiapkan diri baik dari segi operasional, maupun dari segi produk agar lebih diminati dan lebih siaga dalam menjalankan transaksinya agar risiko yang terjadi semakin minim. Salah satu risiko yang di hadapai bank syari’ah adalah risiko pasar.

Tentu pada masa saat ini lembaga perbankan bukan hanya bank syariah syari’ah tetapi bank konvensional pun akan mengalami penurunan angka peminatnya dikarenakan Pandemi Covid-19 masih belum berakhir di indonesia sejak maret 2020. Perkembangan angka terkena dampak Covid-19 hingga hari ini sudah mencapai angka 2.73 juta orang dengan angka sembuh 2,18 juta orang serta angka yang meninggal sebanyak 70,192 orang. Tentu hal ini membuat indonesia semakin terpuruk. Banyak masyarakat yang semakin kesusahan dan banyak usaha masyarakat yang semakin memburuk dan bahkan banyak masyarakat yang di PHK dari pekerjaanya sehingga ekonominya semakin down. Sangat jelas terlihat bahwa ekonomi masyarakat indonesia semakin anjlok dan kesehatan masyarakat indonesia juga terancam.

Dilansir dari Republika.co.id Pengamat ekonomi syari’ah yang juga pendiri karim Consulting, Adiwarman Karim menyampaikan “Kondisi industri bank syari’ah bisa memburuk lebih dahulu daripada indusrti bank konvensional”. Kondisi pandemi bisa mengaurangi daya saing bank syari’ah dan masyarlkat memindahkan dananya ke bank konvensional. Oleh karena itu, lembaga perbankan syari’ah harus sejak dini melakukan mitigasi risiko yang mungkin terjadi pada perbankan syari’ah di masa pandemi Covid-19. Sehingga meskipun terjadi risiko di perbankan syari’ah risikonya tidak terlalu besar, karena sudah di mitigasi sejak awal.

Dalam lembaga perbankan syari’ah tentu sudah memilki sistem mitigasai risiko yang disiapkan untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi. Seperti risiko pembiayaan, risiko pasar, risiko kredit, risiko operasional, risiko likuiditas, kepatuhan syari’ah, risiko imbal hasil, risiko investasi dan lain sebagainya. Namun yang kita bahas dalam artikel ini adalah mitigasi risiko pasar dalam lembaga perbankan syari’ah pada masa pandemi Covid-19 ini.

Risiko pasar atau disebut juga dengan (market Risk) dalam bank syri’ah adalah risiko yang muncul terjadi karena adanya pergerakan variabel pasar dari portofolio yang dimiliki oleh bank syari’ah, yang dapat merugikan bank syari’ah. Risiko pasar terdapat pada kegiatan investasi dan treasury dalam bentuk surat berharga dan pasar uang maupun penyertaan pada bank lain.

Mitigasi risiko pasar dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

a. Membatasai jumlah eksposur risiko pasar sesuai dengan batasan tingkat risiko yang diizinkan
b. Melakukan hedging (lindung nilai) atau investasi.
c. Melakukan monitoring tingkat volatilitas harga pasar intstrumen yang dimiliki.

Mitigasi risiko pasar ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kerugian akibat terjaidnya perubahan kondisi pasar terhadap aset dan permodalan bank syari’ah.

Faktor-faktor standar risiko pasar

1. Risiko modal

Risiko modal adalah capital risk yaitu risiko yang muncul akibat penurunan kualitas aset, karena adanya kredit macet yang memaksa bank syari’ah untuk menerbitkan saham barui dan/ penambahan modal baru oleh pemilik atau meencari investor baru untuk meperbaiki permodalannya sehingga sesuai dengan ketentuan permodalan.

2. Risiko nilai tukar

Risiko nilai tukar adalah risiko yang terjadi pada hubungan mata uang dalam negeri dan mata uang asing akibat adanya fluktuasi perusahaan dalam ekonomi makro.

3. Risiko imbal hasil

Risiko imbal hasil adalah risiko yang terjadi akibat perubahan tingkat imbal hasil yang dibayarkan ke bank syari’ah kepada nasabah, karena terjadi perubahan tingkat imbal hasil yang diterima bank syari’ah dari penyalura dana sehingga secara langsung mempegaruhi perilaku nasabah dana pihak ketiga bank syari’ah.

4. Risiko likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Manajemn mitigasi risiko pasar sangat diperlukan bagi lembaga perbankan syari’ah agar mengantisipasi masalah yang akan terjadi dengan melakukan pengembangan terus-menerus terhadap model mitigasi yang sudah diterapkan tentu yang sesuai dengan peraturan Bank Indonesia apalagi dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *