Pentingnya Kita Mengetahui Akad Qardh

1 min read

Definisi dan Konsep Qardh

Akad Qardh merupakan akad yang sering digunakan pada lembaga BMT (Bait al-Mal wa al-Tamwil).  Baik koperasi berbadan hukum atau badan hukum lainnya.

Wahbah Zuhaili, dalam kitab al-Mu’amalat al-Maliyah al-Mu’asirah, menjelaskan arti Qardh, secara bahasa berarti sebagian (al-Qath’) karena harta yang dipinjamkan merupakan bagian dari harta milik pihak yang memberi pinjaman. Sedangkan secara istilah banyak ikhtilaf diantara ulama,:

Ulama Hanafiah, menjelaskan al-qardh secara istilah adalah

Harta yang diberikan kepada pihak lain yang memiliki padanan (di publik) untuk membayar/mengembalikannya.

Ulama Malikiah, menjelaskan al-qardh secara istilah adalah

Menyerahkan harta yang bermanfaat dengan (kewajiban) menggantinya dengan harta yang sepadan yang menjadi tanggung jawab (peminjam) untuk dimanfaatkan semata.

Ulama Syafi’iah, menjelaskan al-qardh secara istilah adalah

Memindahkan kepemilikan barang untuk dikembalikan gantinya (yang sepadan)

Ulama Hanabilah, menjelaskan al-qardh secara istilah adalah

Menyerahkan harta dengan tujuan membantu untuk dimanfaatkan (oleh penerima) dan (wajib) dikembalikan gantinya yang sepadan.

Wahbah Zuhaili, dalam kitab al-muamalat al-maliyyah al-mu’ashirah, menjelaskan al-qardh secara istilah adalah

(akad yang mengakibatkan) berpindahnya kepemilikan barang kepada pihak yang lain yang wajib dikembalikan (oleh peminjam) tanpa tambahan.

Al-Shadiq ‘Abd al-Rahman al-Ghuryani, dalam kitab Ahkam al-Mu’malat al-Maliyyah fi al-Fiqh al-Islami, menjelaskan al-qardh secara istilah adalah

Menyerahkan harta kepada pihak lain dengan tujuan membantu dengan cara memanfaatkan harta tersebut. Kemudian terdapat pilihan untuk mengembalikannya, yaitu mengembalikan harta semula atau mengembalikan penggantinya (yang sepadan).

 

Dari topik pembahasan diatas layak didiskusikan dalam penjelasan sebagai berikut ini

  1. Definisi al-qardh dibedakan menjadi dua. Ulama Hanafiah lebih menerangkan pada penjelasan mengenai al-mal al-madfu’ (harta yang diserahkan), sedangkan ulama Malikiah, Syafi’iah, dan Hanabilah lebih fokus pada penyerahannya, yaitu pada kalimat (al-i’tha, al-Tamlik dan al-daf’).
  2. Perpindahan kepemilikan. Ulama sepakat bahwa manfaat harta yang dipinjamkan berpindah kepemilikannya. Yaitu harta berawal dari pemberi pinjaman kepada si peminjam.
  3. Dikarenakan ulam sepakat akan perpindahan kepemilikannya kepada muqtaridh (Peminjam), maka Seorang muqtaridh dibolehkan memindahkan lagi kepada pihak lain, seperti menjual atau jalan lainnya.
  4. Muqtaridh wajib membayar kewajibannya (Hutang) kepada muqridh dengan harta yang sepadan.
  5. Tidak boleh adanya tambahan yang diperjanjikan dalam transaksi pinjam meminjam. Jika adanya tambahan maka akan disebut dengan riba qardh.

Dalil Qardh

Dasar hukum al-Qardh terdapat dalam Al Quran, Hadits Nabi Muhammad Saw dan Ijma’ Ulama, antara lain :

  • Al-Baqarah (2): 245, Allah Berfirman:

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗۚ وَٱللَّهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

  • Hadits Riwayat Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah Saw. Bersabda:

ما من مسلم يقرض مسلما مرتين الا كان كصدقة مرة

Tidaklah seorang muslim yang memberikan pinjaman kepada muslim lainnya sebanyak dua kali, kecuali laksana melakukan satu kali sedekah.

  • Ulama Sepakat (Ijma’) tentang bolehnya qardh karena adanya kebutuhan (al-hajjah) untuk melakukannya dan termasuk atau bagian dan saling menolong dalam kebaikan serta takqa (QS. Al-Maidah: 2) dan sah dilakukan dengan cara Ijab dan qabul (akad).

Rukun Akad Qardh

Rukun akad al-qardh, antara lain:

  1. Muqridh (da’in), Pemberi Pinjaman.
  2. Muqtaridh (madin), Penerima Pinjaman.
  3. Al-qardh (al-ma’qud ‘alaihi), Harta yang dipinjamkan.
  4. Shigaht al’aqd, pernyataan Ijab dan qabul.

Semoga bermanfaat …

 

 

Oleh: Ahmad Fatoni, Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, STEI SEBI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *