Riba Dalam Pandangan Para Ulama dan Al-Qur’an

1 min read

Pengertian Riba

Riba merupakan perbuatan yang dilarang dalam agama Islam, pelarangan riba tentunya memiliki maksud dan tujuan demi kebaikan. Istilah riba sendiri sudah tidak asing dalam kehidupan sehari-hari.

Riba berasal dari bahasa Arab yang berarti tumbuh berkembang atau bertambah. Sedangkan menurut istilah riba merupakan tambahan uang atas pinjaman pokok yang harus dibayarkan sesuai presentase yang telah disetujui sebelumnya.

Riba memiliki berbagai pengertian menurut para ulama yaitu :

  1. Pendapat Imam Hanafiyah
  • “Tambahan yang tidak disertai i’wadh atau kompensasi”.
  • Tidak disertai penukaran barang khusus atau barang-barang ribawiyyah (barang-barang ribawi).
  • Riba tidak hanya terjadi pada barang ribawi yang manshush tetapi mencakup barang lainnya.
  1. Imam Syafi’iyah

Menurut Syafi’iyah Riba merupakan :

عقد على عوض بعوض مخصوص غير معلوم التماثل في معيار الشرع حالة العقد أو مع تأخير في البدلين أو أحدهما

“Akad terhadap penukaran suatu barang khusus yang tidak sepadan atau sama dalam ukuran syariah baik saat akad berlangsung atau menunda keduanya atau salah satunya.”

Dalam hal ini Ulama Syafi’iyah berpendapat ada beberapa yang tidak termasuk riba, yaitu hibah, hadiah, dan sedekah (I’wadh bi i’wadh). Serta selain barang ribawi menurut Syafi’iyah.

  1. Menurut Hanabilah

Riba merupakan tambahan dan penundaan pada suatu barang ribawi yang dikhususkan atas barang-barang tertentu. Dalam hal ini Hanabilah berpendapat bahwa barang tersebut yaitu barang yang ditakar dan ditimbang.

Praktik riba sangatlah merugikan karena mengandung kezaliman, menghilangkan sikap empati, saling tolong-menolong serta membuat jurang pemisah antara si miskin dan kaya. Hal inilah yang melandasi pelarangan riba dalam Islam. Selain itu dalil pelarangan riba sudah dijelaskan dalam Firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an :

  1. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 276

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ  ۗ وَا للّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّا رٍ اَثِيْمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 276)

  1. Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 278-280 :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰۤوا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 278)

 

فَاِ نْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ  ۚ وَاِ نْ تُبْتُمْ فَلَـكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَا لِكُمْ  ۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ

“Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 279)

وَاِ نْ كَا نَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ  ۗ وَاَ نْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 280).

Jenis-jenis Riba

  1. Riba Jahiliyah

Riba Jahiliyah adalah tambahan yang dikenakan kepada seseorang karena menunda pembayaran pada akad tukar menukar barang ribawi, baik menunda penyerahan salah satu barang atau keduanya. Riba jahiliyah terbagi dua, yaitu Riba Qardh dan Riba Dain :

  • Riba Qardh adalah tambahan yang disyaratkan ketika meminjam atau meminjamkan harta sampai waktu yang telah ditentukan sebagai kompensasi atas waktu yang disepakati.
  • Riba Dain adalah menjual barang secara hutang dan dikenakan bunga ketika pembeli tidak mampu membayar.
  1. Riba Buyu’

Riba Buyu’ adalah riba yang terjadi karena adanya penukaran barang sejenis tetapi tidak sama kualitas, kuantitas serta waktu penyerahannya. Riba Buyu’ juga disebut sebagai Riba Fadhl.

  1. Riba Nasi’ah

Riba Nasi’ah adalah riba atau tambahan yang dikenakan atas waktu dan tambahan barang atas hutang pada barang yang ditakar dan ditimbang namun beda jenis atau saat keduanya sejenis.

 

 

Oleh: Siti Irawati Mahasiswa STEI SEBI

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *